![]()
Tiga tahun yang lalu di Cileungsi, mengikat janji suci dengan “Sang Putri”. Menguak lembaran ingatan, banyak rahasia Langit di sana, yang mungkin tak kan pernah bisa difahami, kini juga nanti
Dari ilham yang tiba-tiba saja membuat diri begitu termotivasi untuk melangkah (dengan kemantapan bercampur kenekatan??
, padahal TA baru juga mulai, income sangat-sangat terbatas, dll), proses yang begitu lancar dan sederhana baik dari keluarga maupun calon keluarga (mungkin satu waktu perlu juga diceritakan kisah sidang oleh keluarga dan interview@nite dengan calon mertua
), kemudahan-kemudahan dalam persiapan, dan yang terpenting… “anggukan syahdu sang putri”.. remembering that moment, it was so wonderful, so amazing, subhanallah, Allaahuakbar..
Tiga tahun sudah berlalu, kenangan indah itu tetap teramat mahal untuk diabaikan apalagi dilupakan. Tiga tahun sudah, kini kami hidup berdampingan, dalam suasana penuh warna, penuh rasa, begitu luar biasa dalam hikmah dan pelajaran tentang hidup (wah ini pun seru sekali untuk diceritakan
). Bahkan jagoan kecil kami, amanah-Nya, sudah dua tahun lebih umurnya. Anak lelaki yang cerdas dan sangat-sangat menggemaskan. I really really love you son, like i really really love your mom.
“Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami. Berkahilah dan rahmatillah keluarga kami. Jadikanlah hamba suami dan ayah yang dapat menjadi uswah hasanah, pemimpin yang bijak dan adil. Jadikanlah istri hamba wanita ahli surga, istri dan bunda yang luar biasa di mata keluarga, dan tentu saja Engkau Ya Robb. Jadikanlah anak(-anak) hamba, manusia-manusia bertakwa, sholeh dan sholehat, penyejuk mata dan hati kami, penebar kebaikan bagi sesama. Bimbinglah kami menjadi hamba-hamba-Mu yang bertaqwa, sukses di dunia dan akhirat. Amin.”