Feed on
Posts
Comments

Mengurus Visa UK

Selasa kemarin, terkait rencana perjalanan dinas dari kantor, untuk pertama kalinya saya melakukan pengurusan visa. Sebenarnya ada dua negara tujuan dalam perjalanan ini: Mumbai, India, dan langsung dilanjutkan ke London, UK. Tapi hanya pengurusan visa untuk ke UK saja yang mengharuskan saya dan tim yang akan berangkat untuk datang langsung. Untuk visa India, semua dapat diurus melalui perantara biro jasa.

Berikut persyaratan yang diperlukan untuk mengurus visa ke India & UK.

Persyaratan Visa India

  • Passpor dan Passpor Lama (bila ada)
  • Surat Sponsor
  • Surat Undangan
  • Photo 4 X 6 (2 lembar) berwarna latar belakang bebas
  • Print out tiket
  • No.Telp rumah dan HP (buat isi formulir visa)

Persyaratan Visa UK

  • Passpor + Passpor lama (bila ada)
  • Photo 3,5 X 4,5 (2 lb) berwarna latar belakang putih
  • Surat sponsor
  • Surat undangan
  • Rekening perusahan, SIUP, NPWP (copy)
  • KTP (copy)
  • KK (copy)
  • Print out tiket dan hotel (kalo ada)
  • No telp.rumah dan HP (buat isi formulir visa)

Untuk biaya dan segala macamnya saya tidak tahu persis, karena sudah diurus oleh kantor.

Untuk pengurusan visa UK, lokasinya ada di Plaza Abda Lt. 22, Jl. Jend. Sudirman Kav. 59. Yang saya lakukan di sana hanya ada dua: Melengkapi beberapa data privat di satu dokumen dan tanda tangan (contoh: penghasilan dan pengeluaran per bulan, itu juga dipandu orang dari biro) serta melakukan sesi pas foto berikut sidik jari.

Sebelum masuk ruangan inti, handphone harus dimatikan atau minimal silent mode dan dititipkan. Jadi di dalam benar-benar bebas dari suara orang telfon (atau bahkan sekedar sms??). Satpam juga melakukan screening dengan metal detector ke tubuh kita, depan dan belakang.

Satu hal yang saya rasakan, tempat pengurusannya cukup representatif dan nyaman. Staf yang melayani pun semua kelihatan profesional, lengkap dengan jas dan dasi untuk yang laki-laki. Jangan dibandingkan deh dengan tempat pengurusan milik negara kita ^-^.

Menurut informasi per hari ini, visa dari UK sudah keluar. Jadi artinya butuh 2-3 hari saja untuk pemrosesan visa di pihak UK.

Untuk info lebih lengkap tentang pengurusan visa ke UK, silahkan lihat langsung di sini: http://www.vfs-uk-id.com/

Oiya, kemarin pas ngurus Visa-nya bareng Luna Maya lho.. *gak penting*

Wisuda

Selamat ya Bunda.. Doain Ayah n Azzam minimal juga bisa sampe wisuda S-2 kayak Bunda ^-^

Ayah - Azzam - Bunda

DB Lagi..

Setelah tahun lalu Bunda yang harus dirawat sekitar seminggu akibat positif terkena Demam Berdarah (DB), hari Kamis kemarin M Ida juga positif terkena DB dan harus dirawat. Hasil lab pengecekan darah di RSI Pondok Kopi juga menunjukkan jumlah trombosit yang berada di bawah ambang batas minimal.

Awalnya M Ida menolak untuk dirawat dan berkeras ingin pulang ke rumahnya di Purbalingga. Tentu saja Bunda yang mengantar M Ida tidak setuju dan membujuk untuk bersedia dirawat saat itu juga. Terlalu beresiko bermain-main dengan DB. Tapi M Ida berkeras untuk tidak mau dirawat. Bunda tidak bisa apa-apa karena M Ida sampai menangis tidak ingin dirawat.

Selain itu ternyata seluruh ruangan di kelas II dan III penuh oleh penderita DB (sedang wabah). Saya pun izin pulang cepat untuk mencoba membujuk M Ida. Kasihan kalau Bunda yang juga membawa Azzam harus mencari rumah sakit lain, yang belum tentu juga tidak penuh.

Awalnya saya pun tidak bisa membujuk. Akhirnya dengan sedikit ‘muslihat’, M Ida berhasil dibujuk untuk bersedia dirawat. Saya katakan silahkan saja besok pulang setelah Bapak bersama adiknya datang menjemput. Bunda memang sudah menghubungi Bapak dan adik-nya yang sore itu juga berangkat ke Jakarta.

Selanjutnya adalah mencari rumah sakit. Dengan berbagai pertimbangan, khususnya jarak RS, akhirnya M Ida tetap kita minta untuk dirawat di RSI meskipun sementara di luar kamar (semacam extra bed), dengan catatan begitu ada pasien yang keluar, langsung dipindahkan ke kamar. Satu hari M Ida dirawat di luar kamar sebelum dipindahkan ke kamar tersendiri. Bi Supi (yang bantu rumah Ortu) yang menemani M Ida malam itu.

Subuh harinya Bapak dan adik-nya sampai di Jakarta. Begitu tiba di rumah, mereka di’briefing’ supaya Ida tetap dirawat dulu hingga sembuh, baru setelah itu silahkan istirahat di rumahnya. Alhamdulillah mereka setuju.

Alhamdulillah, dengan ditemani Bapak dan adik-nya, setelah tiga hari dirawat, dokter mengizinkan M Ida untuk pulang. Setelah satu malam tidur di rumah, pagi harinya M ida beserta Bapak dan adik-nya pulang ke rumahnya di Purbalingga untuk beristirahat hingga kembali fit.

Sekarang giliran saya yang was-was, khususnya dengan Azzam dan Bunda. Setiap hari seisi rumah saya semprot dengan obat anti nyamuk. Fogging belum juga dilakukan meskipun surat keterangan terkena DB sudah disampaikan beberapa hari lalu.

Yah.. mudah-mudahan saja Allah SWT tetap memberikan nikmat sehat wal afiat kepada kami. Amin.

Wisdom

Sedikit nostalgia dengan bumiLangit. Berikut salah satu tulisan yang cukup lama bertengger di mading bumiLangit..

Wisdom@bumiLangit

Bang Azzam

Bang Azzam, 21 April 2008

Senin minggu lalu, dalam rangka peringatan Hari Kartini, Playgroup Al-Hikmah menyelenggarakan lomba peragaan busana. Temanya: Abang-None.

Sayang sekali, di hari yang sama, Bunda mesti ke Bandung untuk menyelesaikan beberapa urusan administratif pasca Sidang dan persiapan wisuda (ayahnya dah jelas harus ngantor mencari nafkah ^-^). Ba’da Shubuh, Bunda sudah berangkat menuju pool travel Cipaganti di Jatiwaringin, tentu diantar sang suami tercinta ^-^. Jadilah Azzam “sendirian” hari itu.

Tentu saja Azzam tidak benar-benar sendiri, ada Mbak Ida dan Mbah Lilik-nya yang setia menemani. Saya dan Bunda “pasrah” saja dengan mereka. Termasuk kemungkinan Azzam yang tidak mau “didandani” untuk acara pagi itu. Yah, mau ikut syukur, nggak juga gak apa-apa.

Tanpa dinyana, sore hari saat saya telp rumah, M Ida dengan senangnya mengabarkan kalau Azzam berhasil… juara pertama! Heh? Si anak ganteng nan cerdas dan gemesin itu juara satu? Memangnya mau didandanin? Didandanin pake apa? Wah, wah, langsung gak sabar deh pengen segera ketemu si jagoan cilik. Sayangnya mesti pulang agak malam karena sekalian jemput Bunda.

Saat sampai rumah di malam hari, seperti biasa Azzam bersorak-sorak kegirangan menyambut ayah dan bunda-nya. “Ayah.. Bunda.. Azzam dapet piala nih..” sambil membawa piala yang terlihat besar dibanding tubuhnya. “Wah hebat anak ayah, emang dapet juara berapa? Juara satu ya? hebat!” “Bukan ayaaahh… juara tiga!” Azzam mengklarifikasi ayahnya. “Loh kok juara tiga sih, ini pialanya juara satu..” “Enggak.. juara tiga.. Azzam maunya juara tiga..!” Waduh.. Azzam gak mau kalah kalo dia juara tiga. Kali ini dengan pasang tampang mau ngambek. “Juara satu kan lebih bagus dari juara tiga nak..” “Nggak.. Azzam maunya juara tiga..!” Hmm… ya udah ngalah deh “Iya.. iya.. juara tiga..”

Hihi.. lucu juga ya anak-anak. Mungkin karena dia ingat kalau berhitung tiga lebih besar dari satu, jadi dianggap juara tiga lebih bagus dari satu. Yah.. minimal sudah bisa mengaitkan data untuk mengambil kesimpulan. Soal benar tidaknya masih belum penting ^-^

* Oiya, biar tidak “salah faham” ^-^, peserta peragaan busana kategori laki-laki pesertanya cuma tiga orang. Jadi asal mau ikut, minimal juara tiga sudah di tangan.. hehe.. Saya juga mesti mencatat ini, karena sepertinya bagus juga kalau kelak bisa dimasukkan dalam CV M. Azzam Robbani, Ph. D, bahwa piala pertamanya diraih saat usianya 2 tahun 10 bulan 15 hari, di ajang bergengsi bernama peragaan busana.. hehe.. Bang Azzam.. Bang Azzam..

** Makasih buat Hadi yang sudah kirim foto Bang Azzam in action

Older Posts »